Pages

Thursday, 25 January 2018

Jejak Digital Dalam Pesta Demokrasi di Indonesia



Menjelang pemilihan kepala daerah di Indonesia yang akan dilakukan secara serentak pada tahun 2018 ini, masyarakat dihebohkan dengan mundurnya Calon Wakil Gubernur Jawa Timur yakni Bapak Azwar Anas yang berpasangan dengan Gus Ipul (Wakil Gubernur Jawa Timur saat ini). Kemunduran Azwar Anas yang mendadak ini menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat, ada apa? Kenapa mundur? Bahkan untuk pemberitaan tentang Azwar Anas minim pemberitaan yang negatif, hampir semuanya adalah prestasi beliau sebagai Bupati Banyuwangi. Bahkan dengan segudang prestasi tersebut Azwar Anas dianggap menjadi kuda hitam dalam Pilgub Jawa Timur, di atas kertas kemenangan sudah dapat dipastikan. Namun semua itu kini tinggal kenangan, gara-gara sebuah foto yang diduga mirip dirinya dengan seorang wanita didalam sebuah hotel, prestasi yang selama ini ditulis oleh media massa seakan-akan tak mampu menandingi kekuatan foto tersebut.
Lalu kenapa foto tersebut muncul disaat prestasi atau karir politik seseorang sedang menanjak atau naik daun? Dari seorang Bupati menjadi Wakil Gubernur, bisa saja dikemudian hari menjadi Gubernur dan siapa tahu dilirik menjadi Menteri. Sudah seperti menjadi kebiasaan meskipun terkadang ada sisi positif dan negatif, tiap kali menjelang pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden, bahkan pemilihan kepala desa, masing-masing pihak sama-sama mencari kelemahan rivalnya. Pencarian kelamahan masing-masing calon terhadap rivalnya, tentunya ada sikap pro dan kontra, di lain sisi memberikan keuntungan bagi masyarakat yakni terbukanya mata dan pikiran masyarakat atas karakter dari calon yang ada, sementara disisi lain memberikan kerugian bagi calon yang ada, apalagi jika hal tersebut adalah kejadian/fakta yang lama dan sekarang sudah bertobat.
Membicarakan kelemahan pada calon pimpinan daerah atau calon presiden pun sekarang tempat dan media nya berbeda. Jika dahulu penyampaiannya di dalam forum-forum rapat, di tempat ngopi, lewat selebaran, sekarang dapat dilakukan dimana saja, asal ada smartphone dan koneksi internet, tinggal klik like atau klik share plus kasih komentar, anda sudah berpartisipasi.
Jika dahulu tingkat kepercayaan cerita akan lebih dipercaya jika ceritanya disampaikan oleh orang dekatnya, entah teman atau saudara, sekarang ini tingkat kepercayaan dinilai dari kualitas bukti digital plus komentar para saksi ahli serta seberapa sering berita tersebut dimuat di media massa. Bukti digital tersebut yang akan dikenal dengan istilah jejak digital.

Thursday, 18 January 2018

Tentang Wanita

Pertama:



Perempuan tidak berprestasi disebabkan ada rasa ketakutan akan sukses (fear of succes) bukan tidak mampu berprestasi. –Maccoby & Jacklin (1974)—
Psikologi perempuan itu emosional dan mudah menangis. Berdasarkan studi observasi terhadap perempuan dan laki-laki, ditemukan bahwa anak laki-laki sering menangis ketika bayi dan sedang belajar berjalan dengan tertatih daripada anak perempuan, tetapi perempuan dewasa dan tua lebih sering menangis daripada laki-laki yang seusianya. – (Nicholson, 1993)--
Perbedaan ketajaman empati atara perempuan dan laki-laki dimaknai karena ada perbedaan motivasi, bukan karena perbedaan kemampuan berempati antara perempuan dan laki-laki. – Maslow, 1974)—
Psikologi perempuan lebih sensitif terhadap perilaku non verbal, khususnya ekspresi wajah, seperti tatapan mata, senyuman, tarikan garis alis, tarikan bibir, kerutan kening, maupun pandangan yang kosong, bersahabat, gembira, sedih, kagent, benci, atau marah kepada orang lain.
Perempuan menjadi berkepribadian keibuan karena proses belajar, latihan, dan pengalaman, bukan potensi yang dibawa sejak lahir.
(Masih banyak sebetulnya, namun baru sampai halaman 55, semoga dapat ditulis kembali)

Sumber:
Psikologi Perempaun Dalam Berbagai Perspektif
Penulis: Dr.Hj. Eti Nurhayati, M.Si

Wednesday, 17 January 2018

Pemeriksaan Latar Belakang Calon Suami/Istri

Pernikahan merupakan impian, idaman setiap insan manusia, namun fakta di Indonesia berdasarkan data litbang dari merdeka.com, sepanjang kurun waktu 2010 – 2015 terjadi peningkatan jumlah perceraian sekitar 15-20%. Pada tahun 2010 terjadi 285.185 gugatan cerai dan pada tahun 2015 terjadi terjadi 347.256 gugatan cerai, yang kemudian dapat diartikan bawha terjadi 40 sidang perceraian setiap Jam nya. Penggugat cerai mayoritas di dominasi oleh kaum perempuan yakni sebesar 70%, sedangkan laki-laki 30%. Alasan utama perceraian meliputi 4 hal, yakni: hubungan sudah tidak harmonis, tidak ada tanggung jawab, kehadiran pihak ketiga, dan persoalan ekonomi.
Lalu mengapa pemeriksaan latar belakang calon suami/istri itu perlu dilakukan? Dari 4 alasan utama perceraian di atas, tentunya ada penyebabnya, salah satu penyebabnya adalah kita tidak mengetahui latar belakang calon suami/istri, begitu kenal, suka, kemudian cinta terus menikah. Setelah menikah hal yang tidak kita ketahui tiba-tiba tersaji di depan kita, baru lah timbul penyesalan, ujung-ujungnya ada perceraian.
Berikut contoh fenomena yang terjadi diantara penyebab perceraian dikarenakan kurangnya pemeriksaan terhadap calon suami/istri. Hal ini berdasarkan kisah nyata, namun ceritanya dipersingkat.
“Ada sebuah acara yang diselenggarakan oleh sebuah ikatan profesi tertentu, sebut saja nama si ceweknya dengan sebutan AB, dan si cowok dengan sebutan RR. Pada acara tersebut, RR mendekati AB mengutarakan isi hatinya yang katanya cinta kemudian RR memaksa berkunjung ke rumah AB. Entah kenapa AB jatuh cinta ke RR, entah memang AB yang mudah jatuh cinta atau RR yang menggunakan ilmu hitam guna mendapatkan cintanya AB. Singkat cerita kemudian antara AB dan RR menikah yang diselenggarakan cukup meriah, namun kemeriahan itu ternyata bukan penjamin kesuksesan dalam menjalin hubungan keluarga, baru sebulan berumah tangga, AB sudah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama kota setempat. AB mengajukan gugatan cerai dikarenakan dia baru mengetahui sisi kelam dari RR, yakni sebelum – sesudah menikah berhubungan dengan cewek lain, dan parahnya ada video hubungan layaknya suami istri, dan menurut pengakuan AB itu bukan dengan 1 cewek melainkan lebih dari itu. Setelah ditelurusi kembali mengenai RR ditemukan fakta bahwa RR juga suka mabuk dan tentunya dugem”.

Tuesday, 16 January 2018

Waspada Wisata ke Bukit Jaddih - Madura


Aksi begal sepertinya susah untuk dihilangkan dari sebagian oknum masyarakat, pekerjaan yang tidak memakan waktu lama namun dengan hasil yang lumayan (prinsip ekonomi).
Saya akan berbagi pengalaman dengan para pembaca mengenai pengalaman akan dibegal saat akan berwisata ke Bukit Jaddih yang berada di Pulau Madura. Kejadian ini terjadi pada tanggal 15 Januari 2018 sekira pukul 09.30 an WIB lokasinya berada di Kecamatan Labang Kabupaten Madura. Arah jalan ini memang menjadi prioritas utama jika kita mencari jalan ke Bukit Jaddih dengan bantuan google maps.



Wednesday, 10 January 2018

Menciptakan Anak Pintar Sejak Dalam Kandungan



Kehadiran anak merupakan impian atau idaman setiap insan manusia terutama yang sudah berkeluarga. Ada kalanya kalau kita perhatikan dalam lingkungan kita ada anak yang menggemaskan, nurut, ceria, enak untuk diajak jalan, namun selain itu kita juga menemukan anak yang bandel, rewel, yang kesannya negatif menurut persepsi kita.
Kedudukan anak sendiri dalam Al-Qur’an dikelompokkan menjadi empat golongan yakni:
Pertama, anak sebagai musuh, hal ini dijelaskan dalam Surat At-Taghabun ayat 14 yang artinya “Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Yang dimaksud anak sebagai musuh adalah apabila ada anak yang menjerumuskan kedua orang tuanya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama.
Kedua, anak sebagai fitnah atau ujian, hal ini dijelaskan dalam Surat At-Taghabun ayat 15 yang artinya “ Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.”  Fitnah yang dapat terjadi pada orang tua adalah manakal anak-anaknya terlibat dalam pergaulan yang berdampak negatif, seperti mengkonsumsi narkoba, tawuran, pergaulan bebas.
Ketiga, anak sebagai perhiasan, hal ini dijelaskan dalam Surat Al-Kahfi ayat 46 yang artinya “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” Perhiasan yang dimaksud adalah bahwa orang tua merasa sangat senang dan bangga dengan berbagai prestasi yang diperoleh oleh anak-anaknya, sehingga dia pun akan terbawa nama baik namanya dan keluarganya di masyarakat.
Keempat, anak sebagai penyejuk mata atau penyenang hati, hal ini dijelaskan dalam Surat Al Furqaan ayat 74, yang artinya “Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” Kedudukan anak yang terbaik adalah manakala anak dapat menyenangkan hati dan menyejukan mata kedua orang tuanya

Monday, 18 April 2016

Pengaruh Panama Papers Bagi Politik Jakarta



“Tulisan ini hanya mencoba mengaitkan kejadian munculnya dokumen PanamaPapers dengan situasi Jakarta saat ini, entah kebetulan atau tidak, nama-nama yang muncul dalam dokumen tersebut muncul juga dalam situasi Jakarta saat ini”
Tahun 2016 merupakan tahun panas-panasnya bagi Provinsi DKI Jakarta, terutama mengenai situasi politik jelang Pemilihan Gubernur tahun 2017. Perkembangan situasi politik di DKI Jakarta mulai ramai ketika terjadi kasus pengadaan Bus Transjakarta, kemudian berlanjut ke masalah pengadaan UPS berlanjut ke Sumber Waras dan terakhir yakni masalah reklamasi teluk Jakarta.
Banyak orang mengatakan bahwa Jakarta adalah miniatur Indonesia, sehingga ukuran barometer politik di Indonesia adalah bergantung situasi politik Jakarta. Memang pandangan tersebut tidaklah salah, mengingat selain sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta juga sebagai pusat ekonomi. Penduduk Jakarta yang beraneka ragam etnis dan agama juga mencerminkan keberagamaan yang terjadi di Indonesia.
Kekhususan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dan pusat ekonomi Indonesia telah menarik tokoh-tokoh muda yang menduduki jabatan Gubernur, Bupati/Walikota, pengusaha, maupun politikus untuk mencoba peruntungannya dengan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Friday, 15 January 2016

Secuil kisah Habib Syech


Mengakrabkan Diri Dengan Anak

Mengakrabkan diri dengan anak, mungkin itu terlihat aneh, namun tentunya bagi yang sering berjauhan dengan anak karena alasan tertentu biasanya pekerjaan hal ini menjadi sangat penting.
Lantas bagaimana kita mengakrabkan diri dengan anak sementara intensitas pertemuannya terbatas. Mengatasi hal tersebut kita sangat beruntung karena apa yang ada di dunia ini saling berpasangan, terkait dengan pertemuan ada istilah kuantitatif dan kualitatif. 
Jika secara kuantitatif tidak terpenuhi, masih ada kualitatif, bagaimana pertemuan kita dengan anak lebih berkualitas, lebih bermakna sehingga hubungan normalnya orang tua dengan anak tidak berkurang.
Berdasarkan pengalaman pribadi, proses mengakrabkan diri dengan anak yang secara kuantitatif sangan jarang bertemu yakni dengan komunikasi. Komunikasi yang saya lakukan dengan anak  kita tentunnya dilakukan sejak anak dalam kandungan bundanya, selain komunikasi juga melakukan pendekatan dengan menanamkan ciri tertentu ke anak, misalnya dari suara dan aroma tubuh kita.
Berikut beberapa langkah yang saya lakukan bagaimana kita mengakrabkan diri dengan anak antara lain:
  1. Pada saat anak kita masih bayi (belum 1 tahun), saya sering nyanyi lagu-lagu ke anak saya, tujuannya agar anak kita mengenal suara kita, sehingga meskipun belum tahu siapa saya , si anak akan paham dengan suara kita.
  2. Menggendong anak kita dengan lebih mendekatkan ke badan kita, tujuannya agar si anak tahu aroma badan kita sehingga alam bawah sadar si anak akan merekam aroma badan siapa dan mungkin juga menerka siapa kita.
  3. Ketika kita menelepon istri kita, upayakan agar si istri memberi tahu si anak bahwa ini papa, ayah, memang agak lucu ketika handphone berbunyi si anak akan bilang papa papa.
  4. Istri menyimpan foto diri kita, dan selalu dikenalkan ke anak kita bahwa ini papa atau ayah.

Thursday, 14 January 2016

Sisi lain dampak perekonomian daerah sekitar akibat Tol Cipali

Tulisan ini tidak sampai membahas secara mendetail dampak perekonomian daerah sekitar khususnya Indramayu.
Berikut ulasan dari media.

Tol Cipali Beroperasi, Perekonomian Indramayu Terpuruk

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Keberadaan jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang diresmikan Presiden Jokowi pada Juni 2015, secara umum meningkatkan  perekonomian di Wilayah Cirebon. Namun, untuk Kabupaten Indramayu, tol terpanjang di Indonesia itu malah membuat sejumlah sektor usaha mengalami penurunan omzet bahkan bangkrut.

Hal itu terungkap dari hasil kajian yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, yang menggandeng PT Otima Solusi Indonesia selaku konsultan riset. Survei terkait dampak Tol Cipali terhadap sektor perekonomian di Wilayah Cirebon itu dilakukan selama tiga bulan.

Direktur Optima Solusi Indonesia, Budi Raharjo menjelaskan, di Kabupaten Indramayu, ada lima sektor usaha yang disurvei di antaranya, restoran, SPBU, dan angkutan umum.

''Sejak Tol Cipali beroperasi, sekitar 46 persen restoran di jalur pantura Indramayu gulung tikar,'' terang Budi, saat menjadi pemateri di acara Economy Outlock 2015 Dampak Tol Cipali di Kantor Bank Indonesia Cirebon, Selasa (29/12).

Untuk sektor usaha SPBU, kata Budi, para pengusaha SPBU di jalur pantura Indramayu pun menurun omzetnya hingga 75 persen. Hal ini karena, banyak kendaraan yang semula melalui jalur pantura kini beralih ke Tol Cipali.

Menurut Budi, penurunan omzet pun terjadi di sektor angkutan umum yang biasa beroperasi di jalur Pantura. Sejak Tol Cipali diresmikan, omzet pengusaha angkutan umum di jalur Pantura Indramayu berkurang sekitar 43 persen. Kondisi tersebut akhirnya membuat para nasabah yang memiliki usaha di jalur pantura Indramayu mengalami kredit macet.

 sumber : republika.co.id
Pada saat membaca artikel ini, saya pun langsung mengiyakan meskipun tidak melakukan penelitian secara mendalam hanya berdasarkan pengalama pulang kampung yang kebetulan melewati daerah tersebut. 

Wednesday, 13 January 2016

Memilih Teman atau Pacar

Memilih teman atau pacar? sebuah pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk di jawab, atau mungkin ada yang langsung memiliki jawaban salah satu diantara dua pilihan tersebut.
Pertanyaan ini mungkin telah ada sejak dulu kala, sejak orang tua kita masih muda atau bahkan belum menikah. Munculnya pertanyaan ini ada sebuah kejadian sekitar teman-teman saya yang terhubung dengan media sosial untuk menyambung silaturahmi, teman-teman sekolah tentunya.
Melalui media sosial tersebut, kami saling menyapa, cerita-cerita pengalaman zaman sekolah, bahkan cerita-cerita saat sekarang. Pada suatu saat kami satu rekan sekolah yang tergabung dalam grup di media sosial menjodoh-jodohkan 2 rekan kami sebut saja si P (teman Putra) dan si Pi (teman Putri). Dari perjodohan tersebut kami menilai diantara rekan kami ini si P dan si Pi ada rasa saling mencintai namun entah mengapai keduanya tidak mengakui dan mengikrarkannya, meskipun semua bukti sudah ada namun mereka tetap menyangkal jika mereka hanya sekedar berteman. 
Singkat cerita, si P ternyata sedang menaruh hati pada seseorang disana, yang jelas seseorang tersebut bukan teman sekolah kami dan kami tidak mengenalnya. Diantara teman kami dalam grup di media sosial tersebut, justru si Pi yang mengetahui terlebih dahulu jika si P telah punya pacara dan menyuruh kami untuk tidak membully si P tentang perjodohan tersebut. Kemudian diantara kami, kok si Pi mengetahui terlebih dahulu kalau si P telah punya cewek, hehehe jangan-jangan tanpa sepengetahuan kami si P sering komunikasi dengan si Pi sampai-sampai hal-hal yang private pun sudah diceritakan.
Kurang lebih perjodohan kami antara si P dan si Pi telah berjalan 2 bulan, tiba-tiba si Pi bercerita kepada salah satu rekan kami, kalau contact media sosial si Pi di delete oleh si P di media sosial milik si P, bahkan ceweknya si P semacam menginterogasi si Pi mengenai status sebenarnya antara si P dan si Pi, apakah hanya sekedar teman atau punya  hubungan lebih.
Setelah mendelet contact media sosial si Pi, mungkin si P merenung dan hasil renungannya yakni mencoba untuk menginvite akun media sosial si Pi, tentunya si Pi  bukan teman yang bernilai rendah, dengan bangganya dia mengabaikan si P yang menginvite kembali akun media sosial si Pi. 
Dari kisah tadi, jika ini menimpa pembaca kalian, lebih memilih siapa? Teman atau Pacar.
-Ada yang mau menjawab--??
--Komunikasi itu penting, maka berkomunikasilah agar tidak terjadi salah paham diantara kalian--

Tuesday, 22 September 2015

Kebakaran Hutan



Beberapa minggu ini saudara-saudara kita di Pulau Sumatera dan Kalimantan berjibaku dengan asap yang ditimbulkan dari dibakarnya hutan dikedua pulau tersebut. Pengalaman pribadi saya dapatkan ketika mengunjungi Kabupaten Barito Timur, selama 2 hari asap begitu tebal terutama pada pagi hari dan menjelang malam hari. Pada 2 hari tersebut, jika siang hari matahari seperti rembulan pada malam hari, dapat dibayangkan bagaimana tebalnya asap tersebut. Pada malam hari, sekitar pukul 20.00 waktu setempat jarak pandang kurang dari 50 meter.
Akibat dari asap yang ditimbulkan oleh dibakarnya hutan tersebut, kegiatan sekolah diliburkan dan ancaman penyakit infeksi saluran pernapasan serta sakit mata. Bagi saya yang baru mengalami suasana kabut asap mungkin begitu heboh dalam menanggapinya, namun sudah biasa bagi mereka yang tinggal di daerah tersebut, namun bagaimana pun itu biasa atau tidak biasa, kabut asap telah mengganggu kehidupan manusia. Gara-gara asap kesehatan manusia dipertaruhkan.
Kemunculan asap ini, kalau kita membaca di media lokal disebabkan oleh dibakarnya hutan produksi oleh perusahaan tertentu, baik untuk membuka lahan atau mencari sumber cadangan batubara. Menjadi heran kenapa di media nasional, kebakaran hutan jarang diekspose ya??
Gara-gara asap juga, sejumlah penerbangan di tunda bahkan dibatalkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan, yang kejam bukan asapnya namun PERUSAHAAN ATAU PIHAK-PIHAK TERTENTU YANG MEMBAKAR HUTAN UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI DAN BISNIS KELOMPOK TERTENTU.
Penanganan kabut asap pun terkesan lambat, tidak jelas menjadi kewenangan siapa untuk menggerakan sumber daya yang ada dalam rangka memadamkan titik api. Ada satuan kerja yang memiliki sumber daya untuk memadamkan seperti mobil pemadam kebakaran namun solarnya tidak ada, ada yang sudah stand by dengan personilnya namun tidak jelas arah perintahnya. Semoga dengan adanya bencana asap ini, kita semua dapat pembelajarannya.
Yang pasti dan sangat ditunggu adalah TANGKAP PEMILIK PERUSAHAAN YANG SENGAJA MEMBAKAR HUTAN, TIDAK ADA YANG DILINDUNGI SIAPAPUN ITU PEMILIKNYA. AYO BUKTIKAN POLRI MAMPU...

Tuesday, 8 September 2015

Jalan-jalan ke Jogjakarta



Perjalanan kali ini menuju Kota Yogyakarta, Ibu Kota Kerajaan Mataram Islam. Perjalanan dimulai dari Stasiun Pasar Senen dengan menaiki kereta api Senja Utama Yogya. Berangkat sekitar jam 19.00 WIB dan sampai di Stasiun Yogyakarta atau yang lebih dikenal sebagai Stasiun Tugu pada pukul 03.16 WIB, harga tiket kereta api Senjata Utama sekitar Rp 260.000,- masuk kategori kelas Bisnis dengan fasilitas kursi seat 2 tidak berhadapan, gerbong AC dilengkapi dengan toilet dan gerbong restorasi.
Perjalan dengan kereta api Senja Utama Yogya melalui Jalur Selatan yakni Pasar Senen – Cirebon – Purwokerto hingga sampai di Yogyakarta. Sesampainya di Stasiun, ada tukang becak, taksi yang siap mengantar ke tempat penginapan di sekitar Jalan Malioboro. Penginapan di sekitar jalan beraneka ragam pilihan dari mulai kelas melati hingga hotel berbintang, dapat disesuaikan dengan kemampuan kantong para wisatawan, namun baiknya melakukan reservasi diawal khawatir kamar full semua khususnya bagi yang akan menginap di hotel mawar tiga ke atas, biasanya ini terjadi pada akhir pekan. Tujuan wisata di Yogyakarta beraneka ragam umumnya yakni Keraton, Museum, dan Pantai. Kebetulan pada jalan-jalan ke Yogyakarta pada Agustus 2015 ini memilih ke Museum, tepatnya ke museum VREDEBURG.
Transportasi yang digunakan bagi yang ingin jalan-jalan di sekitar dalam Kota Yogyakarta dapat menggunakan becak dan andong, yang lebih murah becak, hanya dengan Rp 20.000,- bisa pulang pergi dari Jalan Malioboro ke museum VREDEBURG namun biasanya sama sopir becaknya akan dimampirkan ke toko oleh-oleh ada toko kaos, batik, gethuk, bakpia, aksesoris, dan tentunya dari setiap kunjungan ke toko-toko tersebut, si tukang becak akan dapat fee dari si pemilik toko. Kalau tidak mau mampir ke toko-toko tersebut lebih baik disampaikan lebih awal ke si tukang becak dan diberi ongkos lebih dari Rp 20.000,- agar tidak ada salah paham dengan si tukang becaknya, karena pengalaman diajak mampir tidak mau, si tukang becaknya mengendarai becaknya agak ugal-ugalan, begitu selesai jalan-jalan dan kembali ke Jalan Malioboro kita tambahi ongkosnya menjadi 3 kali lipat lebih dikit akhirnya si tukang becak tersebut kembali senyum dan tidak lupa mengucapkan terima kasih sambil berucap “ mas terima kasih, ini kebanyakan” tapi ya apalah itu rejeki bapak, yang dengan sabar telah mengantar kita, meskipun di terik panas matahari.
Kembali ke museum VREDEBURG, untuk masuk ke museum tersebut, pengunjung akan ditarik karcis tidak sampai 10 ribu rupiah, pokoke murah. Kalau dalam sejarah VREDEBURG merupakan benteng yang dibuat oleh Belanda, namun dalam perjalanannya hingga sekarang benteng VREDEBURG dijadikan sebagai museum yang menceritakan perkembangan Kota Yogyakarta dari masa kerajaan – penjajahan Belanda – hingga zaman kemerdekaan termasuk didalamnya sejarah berdirinya Universitas Gajah Mada (UGM).
                                                               Foto Depan VREDEBURG

 Suasana Rapat pada Zaman Perjuangan Merebut Kemerdekaan
                                                                         Menjahit Bendera
Andong, tetap eksis bersanding dengan kendaraan modern saat ini, itulah Yogyakarta. Hidup itu akan indah bila semua saling menghargai dan tidak melupakan sejarah. Dari sejarah lah kita belajar kehidupan masa lalu yang merupakan awal dari kehidupan saat ini.